Postingan

Alunan dalam Senja

Gambar
“Nja! Ngelamun mulu. Mikirin siapa, sih?” “Eh, udah dateng? Enak ya tidur di rumah, terus gue sendirian nungguin lo disini?” “Hehehe, namanya juga ketiduran. Ngga sengajaa.” Gitar memamerkan giginya yang berderet rapih pada perempuan yang kini duduk di sampingnya, Senja. “Halah. Yaudah deh, cepet ngomong, ngapain ngajak gue ketemu disini?” “Lah, emang gue yang ngajak?” “Tar yang bener aja, ya, lo. Jelas-jelas tadi malem elo yang nelfonin gue minta ketemu disini.” “Hehehe, iya, iya. Sabar dong.” “Ada apaan, sih? Tumben amat.” “Nja, gue mau jujur sama lo.” “Lo sebenernya itu perempuan? Yaelah, kalo itu mah gue udah tau!” “Ih, gue lagi serius.” “Ohh jadi udah serius? Bilang dong.” “Tadi yang minta buru-buru, kan, elo. Terus sekarang mau becanda aja? Oke boleh.” “Hahahaha, iya, iya, serius nih. Ayok cepetan serius.” Ucap Senja sambil memukul pelan lengan Gitar. “Menurut lo, cinta datengnya darimana?” “Ini serius?” “Iya ini l...

Ras, rindu.

Gambar
Kepada kamu, yang masih dijagakan Tuhan. Hai! Entah kapan kamu akan membaca ini. Tapi segera, ya! Semoga. Hidupku sebelum hadirmu sudah baik, sudah cukup bahagia. Tinggal kamu lengkapi saja dengan berbagai pikiran dan perilaku mu nanti. Saat ini aku benar-benar menikmati sendiri yang sedang aku jalani. Emosi ku tidak tergantung pada satu orang, khawatirku aman tersimpan baik, tidak perlu dikeluarkan untuk seseorang. Aku menjalani sendiri ku dengan senang. Hingga rasanya, aku sebenarnya begitu takut sendiri ku yang tenang ini terusik. Rasanya aku terlalu lelah jika harus menggantungkan emosi ku pada satu orang, jika harus membagi-bagi khawatir untuk satu orang. Aku sudah cukup nyaman seperti ini. Menyimpan hati untuk diri sendiri. Tidak harus berbagi. Maka dari itu, jika pada akhirnya kamu membaca ini, maka percayalah, aku sudah memperjuangkan kamu dalam diam dan acuhku kemarin. Maka percayalah, aku sudah sepenuhnya mengusahakan yakinku untuk aku beri ...

Dinding Tinggi

Gambar
Aku bangun dinding begitu tinggi, Yang aku tata dengan tatih sendiri. Aku buat menjadi sangat indah, Agar lupa pada perihal gundah. Aku tempel paku pada setiap sisi, Aku tancap tiang pada setiap sudut, Hingga aku lupa pada semua sepi, Sampai sudah tiada lagi kemelut. Terasa sendiri, Meski tidak terisi sunyi. Aku tertawa di balik dinding, Tanpa seorang pun mengetahui. Tidak lagi ku dengar bising, Atau apapun itu yang mengusik diri.              Lalu, Tanpa aba-aba, Tanpa ancang-ancang, Bahkan tanpa kabar apa-apa, Dinding tinggiku pecah. Dari balik dinding, Aku terkejut. Terseok kembali menata puing, Berdiri dengan takut-takut. Ada apa? Kamu rapuhkan apa yang aku rapihkan. Kamu lingkup dengan begitu lengkap. Kamu rangkum semua ruang. Kamu satukan ingin dan angan. Lalu, satu menjadi dua, Lantas, sendiri menjadi kita. Sayang, dindingku belum rubuh sempurna. Belum mampu...

Salah – Benar

Gambar
  Jika salahku adalah karna aku mencintainya, Maka biarkan saja Jika benarku adalah dengan meninggalkan dia sendiri, Maka aku tidak peduli. Salah – benar bagiku bukan persoalan, Karna bersamanya aku lebih mendapat banyak hal; Kasih sayang, Dukungan, Serta lain-lain yang orang-orang seperti kamu tidak bisa paham. Jadi, jika masih ada yang menyalahkan sayang yang aku anggap benar, Itu bukan masalah besar. Aku menyayanginya, Aku mencintainya, Dan aku akan terus di sampingnya, S  e  l  a  m  a  n  y  a. (source: weheartit.com)

Rindu.

Gambar
Rinduku tidak bisa diatur. Ia tertutur, Di dalam pekur, Menjelma bilur. Rinduku sungguh. Namun ia tidak mengeluh. Meski selalu dibarengi peluh, Ia tetap tidak ricuh. Rinduku benar. Buat aku bergetar. Hatiku bergelenyar, Menguatkan agar tetap tegar. Rinduku ada padamu. Bersemayam selalu. Jauh di hati ku. Dalam di relung ku. Kepada si penghapus pilu, Aku rindu. Aku butuh temu. Aku    butuh        kamu. ( source: www.depoksos.com)

Kepada Dilan.

Gambar
Halo, kamu. Sesosok manusia yang selalu, Saja mampu, Membuat aku rindu. Entah bagaimana aku mengungkap ini, Berbagai debar yang ada di hati. Dan entah bagaimana pula, Aku bisa mengungkap rasa, Tentang senang setiap kamu ada, Tentang cita yang kamu cipta. Ah, kembali terngiang, Bagaimana kamu menghampiriku setiap siang, Menjagaku agar tetap riang dan senang, Serta mungkin, agar tidak hilang? Entah itu hujan, berawan, terutama saat cerah, Aku selalu ada di atas motormu itu. Sehabis sekolah, Demi pulang berdua denganmu. Untuk semua kesalahan-kesalahan dulu, Maafkan aku. Bukan maksudku menyakiti, bahkan mengecewakanmu. Semoga aku sudah mendapat maafmu. Meski begitu, Berkat kesalahan-kesalahan itu, Aku menjadi tau, Betapa sungguh kamu mencintaiku dulu. Terima kasih. Dilan, aku rindu. Pada rayuanmu untuk mendapatkanku. Pada sapamu untuk menghiburku. Pada gelenyar ciptaanmu. Kamu bukan siapa-siapa, Namun selalu...

Review film Dilan!!!!

Gambar
YA ALLAH. Tar dulu. Gue harus istighfar dulu sebelum mulai tulisan ini. . . Sebenernya sih, ini bukan review kayak blog-blog lain. Ini bakal lebih ngomongin segi cerita dan opini gue pribadi, gitu. Ya bisa dibilang bukan review, sih, kayak cuma curcolan gue tentang film ini lol. Jadi, dari tahun 2015 akhir itu gue udah baca buku Dilan. Sejujurnya awalnya pas baca Dilan gue kayak ‘ini apaan sih?’ gitu. Karna…COWOK MANA YANG TIBA-TIBA DATENGIN TERUS NGERAMAL? Gila sih, nih orang percaya dirinya tingkat tinggi banget. Tapi setelah gue terusin bacanya, gue makin kagum sama cowok ini. Gue jatuh cinta. Itu jelas. Dilan adalah sosok yang sangat mengangumkan. Dia selalu bisa ngebuat perempuan yang dia sayangi (disini Milea) ngerasa seistimewa itu dengan cara-cara dia yang ngga biasa. Ngga perlu gue ceritain disini, lah, ya apa itu ‘cara-cara ngga biasa’. Bahkan gue ikutan nangis ketika gue sampai pada bagian akhir novel keduanya, yang tahun 1991. Tiba-tiba di p...