Postingan

Untuk Kecupmu

Gambar
Kamu pulang malam lagi hari itu. Kamu masuk rumah tanpa mengucap salam, melepas sepatu lalu menaruhnya di rak sepatu berwarna kesukaanmu—yang ketika membelinya kita menghabiskan waktu 10 menit untuk berdebat warna rak sepatu tersebut. Kemudian kamu meminum air putih yang pasti selalu ada di atas meja makan. Lantas setelahnya kamu masuk ke dalam kamar mandi, menghabiskan waktu sekitar 15 menit, lalu naik ke atas tempat tidur setelah memakai celana boxer serta kaos oblong tipis yang sangat kamu sukai itu. Kamu mengecup keningku, lalu tertidur di sebelahku. Sesudah kamu terlelap—aku menandakan dengan dengkur halus dan napas yang mulai teratur—aku bangun dan memandangimu lekat-lekat. Wajahmu terlihat lelah sekali, seperti banyak yang kamu pikirkan, namun entah apa. Sayangnya kita tidak saling memiliki, atau menyediakan, waktu untuk berbincang setiap harinya. Aku mengelus kepalamu sayang, mencoba menyalurkan rasa gelisah yang entah sudah berapa minggu ini aku rasakan tanpa mampu a...

Kenapa Kita?

Gambar
“Too many possibilities in this world and how could we become one?” Kalimat itu terus berputar di kepala Dira. Bahkan ketika ia kini sedang dalam pelukan hangat seorang laki-laki yang begitu ia sayangi. “Jakarta luas ya?” Ucap sosok itu sambil memandangi luar jendela, hamparan kota dengan begitu banyak gedung tinggi terlihat di hadapan mereka. “Hmm.” Sementara Dira hanya mengangguk sambil mengeratkan pelukannya pada pinggang laki-laki tersebut. Begitu banyak pula harapan di luar sana. Adalah apa yang Dira tidak ucapkan—tidak berani ucapkan. Dira menahan tangisnya kuat-kuat, ia tidak ingin segala yang ia pikirkan kemudian menjadi beban pikiran laki-laki tersebut. “Too many possibilities in this world and how could we become one?” Akhirnya pertanyaan itu terlontar dari mulutnya. “Maksud kamu?” “Ya..iya. Begitu banyak kemungkinan yang ada di dunia dan kenapa kita yang harus dipertemukan? Kita dengan berbagai masalah yang ada?” “ I think it’s j...

Happy 23rd Birthday.

Gambar
Happy 23rd birthday, tebila?! Wow it’s been a quite old, hm? Well mungkin umur 23 tahun ini belum berarti apa-apa ya dibanding orang-orang di luar sana yang udah through very lots. Dan mungkin masih banyak banget ‘rahasia’ dunia yang harus gue terka di umur yang masih seumur jagung ini... 23 tahun hidup di dunia dan isinya yang penuh kejutan ini, jujur sempet bikin gue hampir nyerah. Kadang dunia ini terasa begitu jahat, tapi juga ada waktunya dunia jadi begitu baik. Dari 2016 sampai 2018 (semoga ngga lanjut ke tahun-tahun berikutnya, AMIN), setiap November—yang mana adalah bulan gue dilahirkan, gue pasti mengalami kehilangan. 2016, gue kehilangan kakek gue. Beliau meninggal tanggal 9 November. Ninggalin gue bersama dengan beribu penyesalan yang ngga bisa gue lupain bahkan sampe saat ini. I wish you’re fine up there, tough... 2017, gue kehilangan, atau lebih tepatnya gue dengan sengaja mencoret nama seseorang dari hidup gue. Untuk kebaikan dia, untuk kebaikan gue...

Good Bye Greetings.

Gambar
I choose the seat on the bus near to the window, So that maybe—just maybe, i could find you riding your motorcycle to home. I choose the chair that you used to sit in the work. I can still feel you by your scent—hanging there. I choose the songs from the band you love, the genre you like. Those make me feels like you’re close. I choose to sleep deep under the blanket. I need to admit, it’s so far away from the feelings of hugged by you. I choose to read your message over and over again. Especially, the part of you saying you love me. I know, It’s sad how i still cant let go of you. I know, It’s sore how i still can taste every drop of your presence. But, love, Then what i suppose to do, If everytime i try to forget you, The more i know how much our love is true? Keep your good-bye greetings, The prime thing i’m averting. Nov 26th, 18

Melepaskan Diri

Gambar
Jogjakarta, pagi ini. Aku melayangkan pandanganku pada segala yang aku bisa tatap. Tanpa aku sadari aku mencari bayangmu untuk yang kesekian kali. Kuhela napas begitu dalam, lalu membuangnya perlahan. Berharap segala rasa sesak di dada bisa ikut keluar bersamaan dengan karbondioksida yang aku hembuskan. Namun tidak, sesak ini masih saja menjalari seluruh tubuhku. Ini catatan kesekian di hari kesekian aku melarikan diri dari hirukpikuk duniawi. Dari riuh perasaan yang aku tau hanya untukmu. Sayangnya, masih saja catatan ini menuju kamu. Seakan memperjelas bahwa hatiku masih tersimpan rapih untuk mu. Kamu yang sudah berkali-kali menyakiti aku dan meyakinkan bahwa kamu menyayangiku. Entah harus dengan cara apa aku memberi tahu kamu, bahwa aku percaya. Bahwa aku cinta. Tapi kenapa tingkah lakumu selalu membuat segala usahaku terlihat sia-sia? Aku sengaja menghilang darimu, satu-satunya pusat duniaku. Aku sengaja lari kesini, agar mampu memikirkan sedikit saja tentang ...

Terbentur Ragu

Gambar
“Kalo gue ngga sebaik yang lo pikir gimana?” Adalah apa yang selalu Dira katakan pada laki-laki yang berusaha mendekatinya. Jawaban mereka begitu beraneka ragam. Ada yang terkejut, ada yang terlihat biasa saja, bahkan ada yang cenderung tidak peduli. Berbeda dengan laki-laki di hadapannya yang hanya diam, air mukanya begitu tenang seakan Dira tidak habis berkata apa-apa. Justru membuat Dira yang kebingungan. Dia lalu tersenyum, samar. “Emang menurut lo gue berpikir lo sebaik apa?” Jawaban laki-laki ini mengejutkan Dira. Ia tersentak. Setelah sekian lama, akhirnya ia menemukan jawaban baru yang belum pernah ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi Dira tidak akan menunjukkan keterkejutannya. Maka ia menjawab dengan nada tenang yang persis sama, “ I dont know. You tell me.” “Kalo ternyata gue yang ngga sebaik lo pikir, gimana?” “Siapa bilang gue pernah mikir lo baik?” Dira justru bertanya balik dengan senyum simpul khasnya. “Hahahahaha, okay, okay. You got me.”...